Seni Rupa Masuk Pesantren dan Muktamar Kebudayaan Nahdhatul Ulama
Tanpa gerakan budaya, politik dan ekonomi akan terus mengalami pemiskinan...
Usai digairahkan dengan adanya Bienale Seni Rupa yang secara eksplosif memamerkan karya-karya seni rupa kontemporer di ruang publik perkotaan, Jogjakarta kembali digairahkan oleh Pameran Seni Rupa bertajuk "Inventory" yang digelar di Pesantren Kaliopak yang terletak di daerah perdusunan, tepatnya di Piyungan, Kabupaten Bantul. Dengan begitu, karakter Bienale yang cenderung "kota sentris" menjadi terlengkapi dengan adanya pameran ini yang "mengalir" ke desa.
Lebih menarik lagi, pameran ini dilakukan di sebuah pondok pesantren yang berusaha melakukan revitalisasi kebudayaan sebagai kekuatan penyeimbang bagi "dua raksasa", yaitu ekonomi dan politik, yang dianggap sebagai "panglima" kemajuan. Berkaitan dengan semangat itu, seni rupa berusaha ditarik keluar dari kepompong estetikanya sendiri sehingga menemukan posisinya di tengah dimensi kehidupan yang lain.
Seniman: A. Mustofa Bisri, Arahmaiani, Yunizar, Nasirun, D. zawawi Imron, Heri Dono, Robert Nasrullah, I. Gusti Nengah Nurata, Kajey Habeb, F. Sigit Santoso, Tisna Sanjaya, dll.
| Waktu | | | Hari | 23 Januari - 04 Februari 2010 |
| Pembicara | |
| Kurator | |
| Penyelenggara | |