dingin malam menembus kulit keriput
bintang bintang menari telanjang
tanpa rasa takut pada sabda alam
pada sukma alam
pada semua yang takjub keelokan purnama
gemetar urat tangan
denting dawai kian menantang
tuk tetap tegak
sekalipun malam tak berpihak
nurani tak bertasbih
tapi...
yang jelas itu pasti
berbaliklah engkau
dari pertapaan paras cantikmu
kuraba dalam mimpimu
kulalui dari waktu kewaktu
bertanya pada ruh keindahan
jalan setapak malam kala itu
terbias pecah tak tersadar
tetesan embun merupa air mata dewa
merobek jala rakitan hati
bagi perupa merupa rupa
mata tertutup olehnya
suci bak juba maha raja
menapak lurus jalan sang pengembara
sebuah cerita anugrah raga
sang penderita tersenyum raja
apa...
tapi tiada...