Cerpen Pilihan Pekan Ini
Sangkan paraning dumadi
Oleh : hartono
Di mana sebuah awal berakhir?
Di mana sebuah akhir berawal?
Sedangkan aku tak tahu bagaimana ini usai, karena aku tak tahu bagaimana ini mulai?
Awalnya, aku biasa-biasa saja melihatmu. Lalu aku terbiasa melihatmu biasa-biasa saja. Jadi, aku bisa biasa-biasa saja karena terbiasa melihatmu biasa-biasa saja.
Awalnya, aku bisa biasa-biasa saja karena terbiasa melihatmu biasa-biasa saja. Lalu aku bisa melihatmu seperti biasanya, karena terbiasa melihatmu biasa-biasa saja. Jadi, aku biasa-biasa saja karena terbiasa melihatmu biasa-biasa saja seperti biasanya.
Awalnya, aku biasa-biasa saja karena terbiasa melihatmu biasa-biasa saja seperti biasanya. Lalu aku melihatmu tak seperti biasanya. Kemudian aku terbiasa melihatmu tak seperti biasanya. Jadi, aku biasa-biasa saja karena terbiasa melihatmu tak seperti biasanya.
Awalnya, aku biasa-biasa saja karena terbiasa melihatmu tak seperti biasanya. Lalu aku merasa tak biasa karena melihatmu tak seperti biasanya. Lama-lama aku terbiasa merasa tak biasa melihatmu tak seperti biasanya. Jadi, aku biasa-biasa saja karena terbiasa merasa tak biasa melihatmu tak seperti biasanya.
Awalnya, aku biasa-biasa saja karena terbiasa merasa tak biasa melihatmu tak seperti biasanya. Lalu aku tak bisa biasa-biasa saja karena terbiasa merasa tak biasa melihatmu tak seperti biasanya. Jadi, aku berusaha sebisa mungkin untuk membiasakan diri merasa biasa-biasa saja melihatmu tak seperti biasanya.
Awalnya, aku biasa-biasa saja kalau tak melihatmu. Lalu aku merasa tak bisa seperti biasanya kalau tak melihatmu. Jadi, aku biasa-biasa saja karena terbiasa merasa tak bisa seperti biasanya kalau tak melihatmu.
Awalnya, aku biasa-biasa saja karena terbiasa merasa tak bisa seperti biasanya kalau tak bisa melihatmu. Lalu kau melihatku tak seperti biasanya. Jadi, aku biasa-biasa saja karena terbiasa melihatmu melihatku tak seperti biasanya.
Awalnya, aku biasa-biasa saja karena terbiasa melihatmu melihatku tak seperti biasanya. Lalu aku melihatmu melihatku biasa-biasa saja. Jadi, aku biasa-biasa saja karena terbiasa melihatmu melihatku biasa-biasa saja.
Bisa-bisanya kau tak bisa melihat keluarbiasaanku, tetapi hanya melihat ketidakbisaanku.
Akhirnya, aku bisa terbiasa melihatmu biasa-biasa saja karena melihatmu bisa terbiasa melihatku biasa-biasa saja.
Karena kita memang hanya orang-orang biasa. Kehidupan kita biasa-biasa saja karena terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan yang biasa-biasa saja. Bisa-bisa saja kita jadi orang luar biasa dengan kehidupan yang luar biasa, kalau kita mau membiasakan diri untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan luar biasa yang akhirnya menjadi kebisaan-kebisaan luar biasa. Kemudian menjadikan kehidupan kita jadi luar biasa. Bukan menjadi luar binasa, biasa di luar, apalagi ular berbisa. Bisa?. Abis.
——» Komentar «——
[Kirim Komentar]