Situseni

  • Gapura
  • Statuta
  • Sikap
    • Editorial
    • Opini
  • Sastra
    • Drama
    • Prosa
    • Puisi
    • Novel
  • Catatan
    • Bola
    • Kajian
    • Soliloqui
    • BeritaSeni
  • Jejak
    • Didaktika
    • Napak Tilas
    • Wikiseni
  • Tanding
    • Festival
    • Kompetisi
    • Lomba
    • Sayembara
    • Pameran
  • Wawancara
    • Wawancara Tematik
    • Wawancara Lepas
  • Lomba
Catatan

Alasan manusia untuk mengabadikan kenangan atau peristiwa melalui rentetan teks. Seluruh anggota (member) bisa mengirimkan tulisan dan komentar.



Timnas bertemu iran Qatar dan Bahrain PDF Print E-mail
Written by Redaksi   
Minggu, 31 Juli 2011 12:01

go go timnasRio de Janeiro (ANTARA News/AFP) - Berikut ini hasil undian Piala Dunia 2014 bagi zona Asia yang dilakukan di Rio de Janeiro, Brazil, pada Sabtu waktu setempat, atau Minggu WIB:

Grup A: China, Jordania, Irak, Singapura

Grup B: Korea Selatan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Lebanon

Grup C: Jepang, Uzbekistan, Suriah, Korea Utara

Grup D: Australia, Saudi Arabia, Oman, Thailand

Grup E: Iran, Qatar, Bahrain, Indonesia.


Catatan:

- Semua pertandingan tersebut akan dimainkan antara tanggal 2 September 2011 dan 29 Februari 2012.

- Dua tim juara dari masing-masing grup itu akan maju ke babak berikutnya yang terdiri dari dua grup dengan masing-masing beranggotakan lima tim.

- Dan dua tim teratas dari dua grup tersebut akan maju ke putaran final Piala Dunia.

- Tim yang berada di tempat ketiga dari kedua grup itu akan berhadapan dengan tim tempat kelima dari zona Amerika Selatan di pertandingan play off.(*)
(A016/C003)

 

sumber: antara.co.id

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

 
SENI RUPA DI TEMBILAHAN PDF Print E-mail
Written by Bambang Sebarnas   
Sabtu, 23 Juli 2011 20:58

Oleh Bambang Sebarnas

Nama Tembilahan, harus saya akui sebelumnya tidaklah saya kenal. Kota yang mendapat julukan Negeri Seribu Parit ini, adalah sebuah kota kecil di wilayah Indragiri Hilir, Riau Daratan. Letaknya antara Pekanbaru – Jambi. Dari Pekanbaru ke Tembilahan ditempuh dengan perjalanan darat selama tujuh jam. Menembus hamparan perkebunan sawit dan melewati tak kurang dari seratus jembatan, daerah berair ini amat subur dengan kekayaan alam yang berlimpah. Mungkin karena itu Tembilahan didatangi oleh berbagai etnik Nusantara, seperti dari Banjar ( Kalimantan), Goa (Sulawesi), Jawa, Tionghoa dan lain-lain. Penduduk Tembilahan yang multi etnik ini berpengaruh pada pola kehidupan sosial dan aspek aspek budaya lainnya. Tembilahan oleh karenanya menampakkan bentukan budaya baru.

Memandang lanskap seni rupa di Tembilahan, pertanyaan pertama mengarah pada persoalan identifikasi seni rupanya: seni rupa yang mana yang dimaksudkan? Apakah seni rupa dalam pengertian seni rupa modern atau seni rupa modern sebagai modus yang diprakatekkan dalam kegiatan artistic perupaan, atau menggunakan identifikasi seni rupa kontemporer. Istilah seni rupa modern sebagai modus dimaksudkan sebagai praktek praktek fine art (seni murni), tetapi juga sekaligus berfungsi applied art (seni terapan).

Premis ini didasarkan pada kenyataan bahwa terdapat sejumlah karya karya fine art diperlakukan secara fungsional, seperti sebagai penanda atas kelahiran anak atau penanda moment tertentu dalam perjalanan hidup seseorang, dekorasi kafe atau warung, kapal atau pada becak. Praktek seperti itu telah berlangsung sejak decade 1960-an, masa masa awal perkembangan seni rupa di Tembilahan. Jika identifikasi dipaksakan dalam pengertian seni rupa modern maka hal ini mengukuhkan pandangan bahwa gagasan seni rupa modern dicerap dan berkembang tidak secara massif dan sama disetiap wilayah, tetapi selalu dicerap dan disesuaikan dengan kondisi kondisi local. Masuknya gagasan seni rupa modern keTembilahan dapat saja ditarik kemasa lalu ketika kolonialisme belanda memasuki wilayah ini.

Namun, pengaruh nyata kepada praktek seninya (terutama sejak decade 1960-an) dapat dikatakan berasal dari arah barat (Padang) dan dari arah timur (Jawa), yang dibawa oleh para pendatang atau masyarakat tembilahan yang belajar di luar daerahnya.

Didalam sebuah catatan tertulis pada catalog “Ekspedisi”, ( ditulis oleh Kelompok Kecil Seni Rupa Indragiri Hilir, 2005) menyebutkan bahwa seni rupa di wilayah Indragiri Hilir telah berkembang sejak 1970-an, dengan menunjukkan kegiatan kegiatan seni rupa dilakukan secara individual.

Lukisan tertua yang berhasil ditemukan dalam survey penulis ke Tembilahan adalah sebuah lukisan kaca penanda kelahiran (masyarakat setempat menyebutnya sebagai akte kelahiran) bertahun 1968, karya Yandi atau Supian. Lukisan akte kelahiran sampai sekarang masih banyak tersebar di rumah ruma penduduk. Wujudnya berupa sebuah lukisan yang ditulisi nama dan tanggal kelahiran anak. Satu lukisan bisa tediri dari beberapa nama, sesuai dengan kelahiran anak. Melihat praktik seni rupa seperti tersebut diatas, nampak bahwa apresiasi masyarakt pada seni rupa relative telah akrab.

Karya karya yang tampil dalam catalog ini adalah karya karya terbaru para perupa Tembilahan. Mereka itu adalah: Adi Lukis, Khairil Anwar, Rusli, Alfransi, Faharudin, Hermanto, Guntur Gusdianto, Gusti ZS, Sinik, H. Ahmad Rivaat, Efendy DD, M. Rasyid, Horman HK, Asman, Mirza Adrianus, dan Waljiono. Para perupa ini memiliki latar belakang dan profesi beragam.

Keragaman ini berpengaruh pada ungkapan visual masing masing. Adi lukis dan kawan kawan seangkatannya misalnya, mengangkat tema lingkungan dengan penguasaan teknik lukis yang baik. Karya karyanya, disamping mengangkat tema lingkungan, juga tema tema kehidupan sehari hari. Karya karya seangkatan Adi Lukis, kental dengan Sementara pada karya karya perupa muda, seperti Rasyid, Alfaransi, Faharudin dll, memiliki kecenderungan cara berungkap yang lebih leluasa baik ungkapan simbolik maupun deskriptif. Secara umum karya karya ini tentu saja telah mencerap pengaruh pengaruh baru yang berasal dari perkembangan seni rupa masa kini di Indonesia. Beberapa seniman Tembilahan telah sering mengikuti perhelatan seni rupa baik di Sumatera sendiri, maupun pada even nasional seperti Pameran Seni Rupa Nusanara yang diselenggarakan secara berkala di Galeri Nasional, Jakarta.

Dmikian pula, pengaruh dari media seni rupa baik berupa majalah, Koran, catalog atau melalui internet. Dengan demikian, karya-karya perupa Tembilahan kini, secara visual bisa jadi tidaklah berbeda dengan gaya visual di daerah lain. Pernyataan ini sama sekali tidak bermaksud untuk melihat perkembangan visual seni rupa di Tembilahan secara eksotik, karena batasan/ identifikasi visual masa kini yang dikaitkan dengan identitas geografis, sulit untuk ditegaskan. Perkembangan seni rupa di Tembilahan, berakar dari budaya visual masyarakatnya dalam berbagai bentuk dan medium.

Bambang Subarnas
Kurator Seni Rupa, tinggal di Bandung.

 
KILAS BALIK SMSR PDF Print E-mail
Written by SMSR Bandung   
Rabu, 13 Juli 2011 01:19

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 14 Bandung  kelompok Seni rupa dan Kriya, memiliki visi  menjadi sekolah unggulan berstandar internasional, dengan  misi  untuk mempersiapkan tenaga kerja menengah dalam bidang seni rupa dan Kriya yang berwawasan profesional, produktif dan memiliki budaya kerja keras, b...udaya tertib, budaya bersih untuk menjadi manusia unggulan yang jujur dan mandiri.

Sesuai dengan visi dan misi diatas, sekolah dan seluruh warga yang terlibat didalamnya mendukung penuh akan segala aktivitas pembelajaran dan peningkatan mutu sekolah demi ketercapaian tujuan pendidikan.

Sekalipun tujuan utama Sekolah Menengah Kejuruan adalah mempersiapkan tenaga pelaksana siap kerja, tapi tidak menutup kemungkinan bagi para tamatan untuk  melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan kemampuannya.

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 14 Bandung, pada saat ini memiliki 8 (delapan) program Keahlian yang terdiri dari:

Teruskan...
 
BENCANA OH BENCANA... PDF Print E-mail
Written by sudibya one person   
Rabu, 29 Juni 2011 08:06

Bencana alam silih berganti detik demi detik menit bahkan jam hingga hari bulan dan tahun pun menjadi saksi biksu atas kedatangannya. Bencana alam memang tidak dapat diprediksi, karena merupakan kuasa Tuhan yang kapan saja dapat terjadi entah muda, dewasa, bahkan tua pun akan mengalaminnya.
Baru-baru ini terjadi musibah yang sangat dahsyat dan bersejarah bagi bangsa jepang, bencana tersebut akan mengingatkan kita pada tanggal 26 desember 2004 yaitu bencana tsunami di Aceh. bencana yang terjadi di jepang ini sungguh lebih dahsyat dari bencana tsunami yang ada di jepang, selang kurun waktu 140 tahun bencana alam Tsunami ini lebih dahsyat, banyak kerugian yang dialami negara tersebut selain korban jiwa, dan materi.
dalam bencana tersebut pasti ada hikmahnya, smoga tim sar dapat mengevakuasi para korban dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. dan semoga negara-negara lain dapat tergerak untuk membantu negara jepang dalam mengatasi masalah tersebut, dengan memberikan bantuan materi atau obat-obatan yang dapat bermanfaat bagi para korban. dan untuk WNI kita yang ada di jepang semoga dapat selamat dan dapat kembali ke tanah air dengan selamat.

 

 
JUST TIME... PDF Print E-mail
Written by sudibya one person   
Senin, 27 Juni 2011 19:50

ketika kita sudah tidak bersahabat dengan waktu, betapa sulit untuk mengembalikan sesuatu yg tidak kita inginkan kembali

seperti pengaturan awal, andai hal tersebut dapat terjadi alangkah bahagianya manusia di bumi ini tak terkecuali saya. waktu

demi waktu berlalu, banyak hal yang telah terjadi entah hal yang menyenangkan, menyedihkan, membosankan, menjengkelkan,

dll yang kita tidak bisa menyebutkan secara detail. waktu bagaikan air yang mengalir, tak peduli apapun yang terjadi entah baik

atau buruk untuk kita dia berputar sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

banyak sesuatu baru yang akan terjadi di masa depan, termasuk diri kita sendiri. mau tak mau kita harus menjalani dan

menghadapi, karena hidup ini hanya  sesaat dan tak ada yang abadi. kembalilah dan jadilah diri sendiri seperti dahulu

karena be your self lebih baik dibanding dengan yang lain. bersahabatlah dengan waktu, karena bila kita dapat bersahabat

dengan waktu maka segala yang akan kita capai mudah-mudahan akan menjadi kenyataan. dalam hal ini dilarang mengeluh karena mengeluh merupakan suatu usaha melawan waktu termasuk takdir yang telah ditetapkan Tuhan untuk kita...

 
More Articles...
  • Kepada Kaka
  • Membayangkan Patung Inspiratif di Jakarta
  • Seni Memasarkan Kesenian
  • Realisme Tidak Pernah Mati
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 16

Kesenian untuk semua kalangan

↑ Grab this Headline Animator

arsipBola
  • Zidane
  • Grand-Jeté
  • Felstead
  • Serat sepakbola: Mendahulukan Efektivitas
  • Nurdin
  • Timnas bertemu iran Qatar dan Bahrain
  • Nurdin
  • Ganyang!
  • Liverpool ke Portugal Dengan Percaya Diri Tinggi
  • Fanon
arsipKajian
  • “PENDIDIKAN BERBASIS LOKAL”
  • The Young Dead Soldiers dan Krawang-Bekasi
  • Bahaya Kesehatan, Anak Jangan Pakai Ponsel Sebelum 12 Tahun
  • pemutaran film
  • Ada Pentas Seni Tradisional di Mal
  • Umberto
  • Tim Kesenian ISI Denpasar Pentas ke India
  • Seni Memasarkan Kesenian
  • Miniatur Peristiwa 1965
  • Totok Buchori berbisik pada diri sendiri: Keadaan sulit dilawan.

Situseni.com@ 2009-2011