KILAS BALIK SMSR PDF Print E-mail
Written by SMSR Bandung   
Rabu, 13 Juli 2011 01:19
1)       Program Keahlian Seni Rupa

2)       Program Keahlian Kria Kayu

3)       Program Keahlian Kria Tekstil

4)       Program Keahlian Kria Keramik

5)       Program Keahlian Kria Kulit

6)       Program Keahlian Kria Logam

7)       Program Keahlian Teknik Body Otomotif (TBO)

8)       Program Keahlian Teknik Informatika (TI)



Seperti yang tercantum dalam Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan 2002, bahwa secara umum proses pembelajaran disusun sebagai berikut:

Tahun ke I       : Program Pelatihan Dasar Bersama meliputi pelatihan Dasar Seni Rupa selama 1 semester (6 bulan) yang didalamnya tercakup mata diklat Membuat Nirmana dan Menggambar,dan dilanjutkan dengan pembelajaran pada masing-masing bidang keahlian sesuai minat dan kemampuan siswa setelah dilakukan penjurusan pada 6 bulan berikutnya.       

Tahun ke 2     :Pelatihan dipusatkan di masing-masing Program Keahlian yang diisi dengan berbagai kompetensi sesuai dengan Garis-garis  besar Program Pendidikan dan Pelatihan.

Tahun ke 3     :Diisi dengan pengayaan dan spesialisasi pemilihan kompetensi sesuai dengan potensi dan minat siswa yang diwadahi dengan proyek tugas akhir, setelah mereka melaksanakan praktek kerja industri (PRAKERIN) selama 3 bulan. Untuk kemudian mereka akan menempuh Ujian Akhir Nasional untuk mata diklat Normatif, Adaptif dan menempuh Uji Kompetensi untuk mata diklat Produktif yang pengujinya terdiri atas pihak sekolah dan Dunia Industri.

Seperti kita ketahui bersama bahwa secara historis, Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) telah menerima murid angkatan pertama pada tahun pelajaran 1987, dipastikan lahir (diresmikan oleh Mendikbud dr Daud Jusuf?) pada tanggal 1 Juli 1991 (seperti tercantum pada prasasti di dinding muka kantor pusat Komplek Sekolah Menengah Seni Rupa Bandung akan tetapi pada perkembangan berikutnya, tanggal 24 Maret diambil sebagai tanggal ulangtahun SMSR Bandung.

Pada awal perkembangannya SMSR memiliki 2 program Studi yaitu Grafis Komunikasi dan Seni Kriya yang masing-masing menjalani masa pendidikan selama 4 (empat) tahun.

Banyak hal yang terjadi dalam masa pendidikan selama itu, hanya yang jelas, tingkat keterampilan dan wawasan jauh lebih luas, sejalan dengan perkembangan kedewasaan siswa itu sendiri sehingga jarang ditemukan siswa yang tidak siap memasuki pasar dan dunia kerja.

Dengan gencarnya promosi dan banyaknya dukungan dari teman-teman seniman di Bandung dan sekitarnya, SMSR kian dikenal luas sebagai gudangnya anak muda  berpotensi keseni rupaan bahkan banyak pengusaha yang percaya bahwa untuk mencari calon tenaga kerja terdidik, cukup tinggal berkunjung ke SMSR, dijamin mendapat calon tenaga yang handal.

Kebanggaan sebagai warga SMSR yang secara umum memiliki ego yang tinggi sebagai seorang pekerja seni, tidak jarang menimbulkan benturan yang kadang-kadang tidak sesuai dengan keinginan dan jiwa para siswa, hal demikian pernah pula terjadi yang ditunjukan dengan adanya clash antar siswa se komplek (SMKI) yang pada saat itu benar-benar terasa ~panas~ namun jika dikenang sekarang, kesemua itu merupakan memori yang sangat manis dan berkesan  sebagai contoh: peristiwa ngontrog (tawuran) di kantin SMKI”, peristiwa protes atas tata tertib sekolah dengan kekompakan berkepala gundul, atau peristiwa peledakan petasan di septic tank .

Sekalipun secara sisi kedekatan emosi, memiliki siswa dalam jumlah terbatas sangat mendukung dalam hal kekeluargaan dan kekompakan seluruh warga sekolah, namun tidak bisa tidak, sekolah harus mampu mengelola siswa sesuai jumlah yang ditetapkan pemerintah, maka pada perkembangan berikutnya, dibukalah program studi baru dengan masa pendidikan selama 3 tahun, sehingga pada tahun ajaran 1995-1996, untuk pertama kalinya terjadi lulusan SMSR sebanyak dua angkatan diwisuda pada tahun itu, yaitu angkatan terakhir program 4 tahun dan angkatan pertama program 3 tahun.

Pada tahun 1999, diberlakukan Nomenklatur pada sekolah menengah kejuruan, maka SMSR berganti nama menjadi SMK Negeri 14 Bandung, yang tentu saja membuat para warga sekolah bekerja lebih keras lagi untuk memasyarakatkan nama baru, karena nama yang terlanjur dikenal masyarakat adalah SMSR.

Pada tahun ke 15 ini, SMSR telah berkembang pesat seperti sekarang ini, secara kuantitas, baik guru, siswa dan fasilitas sekolah, SMSR telah jauh lebih banyak dibanding awal pendiriannya, akan tetapi secara kualitas, secara idealisme, harapan dan angan-angan SMSR dulu, yang dibangun atas semangat menciptakan  kerajaan bisnis seni rupa dikampus tercinta, dengan optimalisasi seluruh sumber daya yang ada, sekarang hanya tinggal semangat dan angan-angan yang hilang terbawa angin, disapu oleh rutinitas dan kepentingan pribadi masing-masing.

Melalui ajang Kembali Berseragam ini, sesungguhnya merupakan moment yang sangat tepat untuk kembali membangun kebersamaan, kedekatan emosional, bahwa kita semua adalah satu keluarga besar yang telah bersama-sama selama empat belas tahun lamanya. Betapa besarnya pun nama anda di luar sana, apapun yang terjadi, susah ataupun senang, ingatlah bahwa kita pernah bersama-sama menjalani hari-hari yang mengesankan di kampus SMSR ini.

Janganlah pernah menjadi tamu di kampus ini. SMSR adalah rumah kedua kita yang selalu memanggil untuk datang dan datang lagi . Adalah sangat membanggakan jika para alumni memiliki wawasan dan pemikiran untuk mengembangkan keahliannya dengan membangun  bisnis di lokasi SMSR, demi menciptakan lapangan kerja bagi adik-adik penerus ataupun masyarakat sekitar.

Mudah-mudahan pertemuan ini tidak berakhir sampai disini akan tetapi merupakan titik awal yang akan menggoreskan kembali kiprah kita agar terus berlanjut menuju arah yang lebih baik. Selamat  bernostalgia dan merancang hari depan dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan. Semoga Allah merestui langkah kita hari ini. Amin.

Disajikan pada acara Kembali Berseragam, pertemuan alumni SMSR dari angkatan pertama s.d angkatan 2003-2004 bertempat di Gedung Serba Guna SMKN 14 Bandung, Jalan Cijawura Hilir No 2 Bandung

 

Oleh: Dra Lenny Djanurlia S