|
PERHELATAN Bandung Contemporary Art Award [BaCAA] 2011 telah diakhiri beberapa waktu lalu dengan acara lelang karya perupa terbaik pilihan para juri BaCAA. Bandung sebagai salah satu produsen seniman dan perupa muda kembali melahirkan kegiatan award yang lain. Kegiatan penghargaan perdana dari institusi seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) baru mencakup kalangan terbatas, yaitu sivitas akademika ITB. Ajang penghargaan bagi calon dan seniman muda ini diberi nama Soemardja Award (SA).
Pada “jagat yang lain”, baru saja kita menyaksikan ajang penghargaan para selebritas yaitu Panasonic Gobel Award di layar kaca. Apakah penghargaan ini memang layak digelar dan diberikan kepada sejumlah orang yang “dianggap penting” oleh institusi masing-masing di tengah kekacauan pemerintah menyelenggarakan negara ini dari gurita para koruptor dan mafia hukum serta di tengah situasi sosial-ekonomi yang makin buruk.
Sebahagian masyarakat memang menganggap urusan seni rupa tidak kaitannya dengan situasi sosial sekitarnya karena otonomi dunia seni itu sendiri. Namun sebaik-baiknya karya adalah apapun itu yang menjadi media atau ‘penyambung lidah’ situasi masyarakat paling bawah sekalipun. Dan karena karya seni merupakan simbol situasi masyarakatnya.
SA adalah program tahunan yang didukung oleh Galeri Soemardja dengan dua kategori penghargaan, yaitu kategori Mahasiswa Terbaik dan Seniman Muda Terbaik. Pada kategori pertama, disebut Soemardja Award I, diberikan kepada mahasiswa dengan karya Tugas Akhir terbaik yang akan menyelesaikan program pendidikan Strata 1 di FSRD, ITB; meliputi Seni Lukis, Seni Grafis, Seni Patung dan Seni Keramik.
Adapun nominee katagori Mahasiswa Terbaik adalah: Edward Bonaparte Junior Sinaturi, M.R. Adytama Pranada, William Wahyu Waluyo, Windi Apriani, Zaldi Armansyah, Sekarputri Sidhiawati.
Menurut Agung Hujatnikajennong, salah satu staf pengajar di FSRD ITB, tolok ukur penentuan nominee penerima SA I ini adalah pemunculan nama berdasarkan rekomendasi dari Kepala Studio (misalnya Studio Patung atau Studio Lukis) yang ada di FSRD ITB serta ditinjau dari aspek akademik lainnya. Namun yang paling penting dari penilaian panitia adalah bahwa karya yang dipilih justru dititikberatkan pada karya Tugas Akhir mereka yang terhimpun dari peserta Tugas Akhir tahun 2010 hingga awal 2011.
“Tugas Akhir kami anggap sebagai proyek seni rupa dimana pencapai artistik selama menempuh studi di FSRD ITB ditunjukkan melalui karya Tugas Akhir-nya. Dan penghargaan ini tidak dilakukan melalui mekanisme Open Call tapi tim panitia yang melakukan riset ke institusi,” kata Agung Hujatnikajennong.
Sementara penggagas Soemardja Award, Aminudin Th Siregar a.k.a. Bang Ucok, mengatakan bahwa Soemardja Award ini penting bagi mahasiswa agar menjadi motivator positif untuk masa depan karir mereka sebagai seniman. Gagasan ini memang diawali di lingkungan institusi ITB terlebih dulu sebagai embrio. “Untuk tahun 2012 SA ini akan berkembang dan lebih luas cakupannya karena akan dibuat kategori lain misalnya penghargaan untuk tokoh seni rupa, seperti penulis seni rupa, kritikus, pendidik atau kurator juga mahasiswa Tugas Akhir di program pascasarjana,” tambah Agung.
Soemardja Award II yaitu kategori Seniman Muda Terbaik. Penghargaan ini diberikan kepada lulusan-lulusan FSRD ITB yang masih berusia di bawah 30 tahun. Alumni FSRD ITB yang sudah menunjukkan kiprah serta reputasinya di medan sosial seni rupa Indonesia serta di kawasan regional maupun internasional.
Para nominee kategori kedua ini adalah Albert Yonathan, Wiyoga Muhardanto, Radi Arwinda, Faisal Habibi, J. Ariadhitya Pramuhendra, Octora Chan, Beatrix Handayani, Budi Adi Nugroho, Bagus Pandega, Dita Gambiro, Yogi Ahmad Ginanjar, Muhammad Reggie Aquara, Tisa Granicia, Erika Ernawan, Erik Pauhrizi, Itsnataini Rahmadila, Tromarama, Tommy Aditama Putra, Cecep M. Taufik dan Banung Grahita.
Agung juga menambahkan bahwa pemilihan nominasi antara lain berdasarkan pertimbangan rekomendasi dari orang-orang akademik dan komunitas seni rupa di Bandung.
“Tidak ada batasan media yang digarap seniman untuk kategori ini. Dan yang dilihat juga akumulasi dari pencapaian artistiknya, pameran tunggal di galeri mana serta di negara mana. Proses perjalanan karir mereka juga kami pertimbangkan misalnya pernah mengikuti program residensi di negara mana. Semua perlu dilihat apakah itu cukup penting di medan seni rupa internasional. Dan yang tak kalah pentingnya adalah sejauh mana serta bagaimana inisiatif mereka dalam berkarya,” kata Agung. Dua kategori penghargaan ini diberikan sebagai upaya untuk mengenang Sjafe'i Soemardja sebagai figur penting dalam sejarah pendidikan tinggi seni rupa, khususnya di Bandung, dalam membangun iklim yang kondusif seraya meningkatkan semangat keprofesian seniman di kalangan calon seniman muda. Ini juga diproyeksikan sebagai pemacu yang positif sehingga terbangun komitmen sekaligus konsistensi keilmuan setiap lulusan FSRD ITB di medan sosial seni yang lebih luas.
Soemardja Award I untuk kategori “Mahasiswa Terbaik”, penghargaan diberikan dalam bentuk (1) trophy figur Syafe’i Soemardja, (2) sertifikat Galeri Soemardja, (3) uang tunai sebesar Rp. 3.000.000,- dan memiliki kesempatan untuk menggelar pameran tunggal di Galeri Soemardja dalam Program tahun 2011 (syarat dan ketentuan berlaku). Tim Juri Soemardja Award I (katagori Mahasiswa Terbaik) adalah Srihadi Soedarsono, Sunaryo, Yustiono, R.E. Hartanto.
Lalu Soemardja Award II. Ini untuk kategori Seniman Muda Terbaik, penghargaan diberikan dalam bentuk (1) trophy figur Syafe’i Soemardja, (2) sertifikat Galeri Soemardja, (3) memperoleh kesempatan untuk menggelar pameran tunggal di Galeri Soemardja dalam Program tahun 2011 (syarat dan ketentuan berlaku). Adapun Tim Juri untuk pemilihan kategori Seniman Muda Terbaik adalah: Asmudjo J. Irianto, A. Rikrik Kusmara, Aminudin TH Siregar, Bambang Ernawan, Deden Hendan Durahman, Nurdian Ichsan, Oco Santoso, Rizky A. Zaelani dan Tisna Sanjaya. Pameran karya-karya nominee Soemardja Award akan berlangsung pada tanggal 1-8 April 2011. Peluncuran Buku “Kisah Sjafe’i Soemardja” dan diskusi dengan para nominasi serta masing-masing peraih Soemardja Award akan berlangsung pada tanggal 7 April 2011 pada pukul 15.00 WIB. Yang dipamerkan adalah karya-karya nominee Mahasiswa Terbaik saja. Karya seni rupa dari katagori Seniman Muda Terbaik tidak dipamerkan karena space galeri yang tidak memungkinkan untuk itu.
“Karya-karya dari nominator Seniman Muda Terbaik tidak kami pamerkan karena mereka sudah harus eksis di luar ITB. Kalau pamerannya di sini lagi akan terjadi incest,” pungkas Aminudin Th Siregar. ***
*) Argus Firmansah, penulis lepas seni rupa, fotografer, kurator lepas seni fotografi, tinggal di Bandung.
Sumber: Indonesiaartnews.com
|