| NORMA |
|
|
|
| Written by redaksi | ||||
| Rabu, 15 Desember 2010 14:38 | ||||
Page 1 of 2
LAKI-LAKITak apa-apa. Hanya bertanya ada apa. PEREMPUAN Aku tak tahu kau bicara tentang apa. LAKI-LAKI Baiklah, akan kubuka mantel ini jika menurut kau akan lebih baik. PEREMPUAN Terserah pada kau. Hujan begini suka membawa Flu. Yang paling sial adalah, tak ada yang lebih buruk dari influenza musim ini. Pernah dua tahun yang lalu, liburan kami berantakan karena influenza. Akhirnya Pam kena juga. LAKI-LAKI (TAKJUB) aku tak percaya. PEREMPUAN (NYEROCOS) betul-betul terjadi. Influenza Hongkong. Kami keduanya demam. Pam memang luar biasa. Padahal aku yang menularkan padanya. LAKI-LAKI (PERLAHAN) sudahlah. PEREMPUAN Apa? LAKI-LAKI Kataku, sudahlah Norma. Mengapa sih? PEREMPUAN Tak apa-apa. Aku hanya memperingatkan engkau. Itulah. LAKI-LAKI Baiklah, kau memperingatkan aku. Lalu bagaimana? Aku benar-benar yakin mantel itu tak usah diapa-apakan. Tapi baiklah. Aku akan membuka dan mengebatkannya. Sesuai dengan kehendakmu. PEREMPUAN Terserah. Aku hanya… LAKI-LAKI (MEMOTONG) memperingatkan aku. Aku tahu. (IA MEMBUKA MANTELNYA, LALU MENGEBATKANNYA KERAS-KERAS. LALU MEMBALIK KEMBALI PADA NORMA) nah? PEREMPUAN (BANGKIT) biar kubentang dia. Oh tidak, tak ada paku disini. (MEMERIKSA TEMPAT) jika saja bisa kugantung, akan cepat kering. Cepat kering. |




