| Terang Dunia |
|
|
|
| Written by Josyellin Herawan |
| Senin, 13 Juni 2011 18:06 |
|
sahabatku, Nina, orang yang ceria dan selalu tersenyum seakan tak memiliki masalah dalam hidupnya. ia anak pintar,berprestasi skor terendah yang didapatnya di setiap pelajaran sekolah adalah 80, buatku itu nilai yang memuaskan, namun untuk nina itu adalah nilai terendah. sempat kuketahui juga, nina jug anak orang kaya, mamanya penulis, papanya doktor, kakaknya Presiden direktur dari sebuah pabrik roti terkenal. wow..... tentu kehidupan yang sangat baik menurutku. belum lagi, dia cantik dan populer di kelas... COBA AKU JADI NINA, PASTI......., wah telepon berbunyi... "Halo...? Joselin ... ?"jawab sbuah suara perempuan dengan lemas. " Hi ! Nina ??" tanyaku menebak nama penelepon ini "iya Jos..., mau kamu temani aku hari ini ? aku ingin curhat besar-besaran nih... boleh " jawab kembali suara perempuan lemas itu " Kenapa engga ?? oke, ketemu di mcdonald ya !" jawabku semangat. aneh... engga byasanya suara nina lemas begitu... sakit ? atau apa ya ... ? --------- saat bertemu nina di mcdonald ------------ " Nin ! meja sini kosong nih ! " sentakku ketika melihat nina memasuki pintu masuk restaurant tempat kami janjian " halo jos, sehat ?? maaf yah kamu repot2 datang kesini..." kata nina dia cantik sekali, wajahnya juga terlihat lembut... bajunya sangat bagus ! " iya dong nina, kamu kan sahabatku. ngomong2 kamu mau curhat apa ? panjang lebar yah katanya ?" tanyaku " cuma mau nanya 3 pertanyaan aja koq ..." jawab nina sambil meminum coca cola yang kami pesan " apa nin ?... tanya aja ! tp kalau tentang matematika jangan tanya aku ya ! hahaha" candaku mencoba menyegarkan suasana yang tegang. "hmm..." nina tersenyum menahan tertawa....apa leluconku tak lucu ?? " pertanyaan pertamaku jos.....kalau sedang dilanda masalah...jalan keluar bagusnya apa ya ?" tanya nina " oh kalau dilanda masalah bagusnya kita berdoa sama Tuhan dan berusaha melewati masalah itu !" jawabku tersenyum lebar sambil terus menyedot sedotan yang dialiri coca cola " kedua, Kalau kamu bagaimana ?..." tanya nina kembali " sama aku juga melakukan sesuatu seperti yg tadi kukatakan ! walau sering kali menyerah, yang penting bersyukur saja! have fun ! have fun !" jawabku lagi " oh....kalau mati itu.... " kata nina "sakit ya ??" waduh ! pertanyaan apa itu ??!! " aduh nin ga tau atuh itu mah..." jawabku pucat " oh ya udah ga apa-apa jos... aku pulang yah..." jawab nina lagi dan pergi begitu saja.... di jalan, aku coba mengikuti nina... mukanya pucat sekali, aku takut terjadi apa-apa dengannya, apalagi dia bertanya hal-hal aneh, dia pasti sedang punya msalah...tapi nina berjalan kemana ya ?? ini kan bukan rute menuju rumahnya.. setelah lama berjalan, nina berhenti sejenak di sebuah jembatan penyebrangan, daerah itu sangat sepi, namun kendaraan yang melaju sangat ugal-ugalan, ia menaikinya dan kemudian melihat kebawah sedikit demi sedikit, ia meletakkan tasnya di bawah, menaikan kakinya yang halus dan putih kemudian... NINA MAU LONCAT ! NINA MAU BUNUH DIRI ! tolong !! tolong !! teriakku, namun orang-orang sekitar ruko itu malah hanya melihatiku mungkin menganggapku gila Konyol ! aku bisa selamatkan nina sendiri !, " Jos.... ga ada yang menyayangi aku, mamaku selalu sibuk, apalagi papa...kakakku juga... semuanya KEJAM ! SELAMA INI, AKU MENCOBA TETAP TERSENYUM AGAR TIDAK MENGKHAWATIRKAN MEREKA, SETIAP KALI MEREKA PASTI PULANG MALAM DAN TAK PERNAH MENYAPAKU ! DAN KINI RANGKINGKU TURUN JADI RANKING 2 DI KELAS MAMA MARAH SEKALI AKU DITAMPAR HABIS-HABISAN....SELAIN JUARA 1 IBUKKU TIDAK MAU TERIMA, ! AKU MERASA TERTEKAN ! BELUM LAGI PAPA DAN MAMA SERING BERTENGKAR DI RUMAH ! AKU KESAL DENGAN HIDUP INI ! AKU INGIN KETEMU TUHAN BIAR DIA NGEBANTUIN AKU !..." jawab Nina teriak dengan air mata yang mengalir deras di pipiny, saat itu barulah warga banyak keluar ke trotoar dan... hanya melihati dengan tatapan kasihan, kalau kasihan ya bantu Nina ! aku mulai pusing, apa yang harus kulakukan, akhirnya kudekati nina dengan cepat tanpa menunggu seorang warga yang sedang memanggil polisi dengan handphonenya. kutarik kerah baju nina hingga ia jatuh terduduk kembali ke dalam jembatan penyebrangan itu, entah kenapa aku jadi marah sekali ! " sungguh Bodoh ! Kamu mau mengakhirinya dengan mati !? " tanyaku tegas tepat didepan wajahnya " Ini jalan terbaik ! BAGIKU !" jawabnya sambil tertawa sinis " Jalan terbaik huh ?bukannya mati itu hanya.... HANYALAH PELARIAN ! kamu mau jadi pegecut ?! tapi kalau mau tetap melakukannya, lakukan saja ! Dasar PENGECUT ! meskipun masuk surga, Tuhan Enggan melihatmu ! enggan melihat seorang pengecut sepertimu, yang tak pernah berpikir untuk bersyukur ! " kata ku sambil berjalan meninggalkan Nina... entah kenapa.... aku dapat kekuatan untuk berkata seperti itu....Hatiku seperti berteriak keras " Jos.... Sorry yah......bisa bawa aku pulang ?....?" Nina mengikutiku... dia terlihat menyesal... akhirnya kuantarkan dia pulang dengan taksi, sambil menepuk punggungnya untuk memberinya semangat... sebelumnya warga yang berkumpul, terlihat kecewa dan masuk lagi kerumah masing-masing, (Jadi Mereka Kira ini Hanya Tontonan ?!)
ketika tiba di rumah Nina...., Ibunya Nina melihat sinis kepadaku, (bukannya terima kasih...kataku dalam hati) "jangan ajak anak saya melakukan hal yang tidak-tidak, hanya karena kamu temannya ! saya tak mau dia terjerumus ke dalam pergaulan bebas !" kata ibunya Nina dengan tajam kepadaku lalu kubalas, " tante juga, Jangan Melunturkan senyum sahabat saya,jangan kertakan hatinya, hanya karena tante ibunya..., sulit untuk mencari obat dan Plester luka Hati Nina.." " jangan Kurang ajar kamu ! mau jadi pahlawan ya ?! " bentak ibunya Nina lebih SINIS " tidak, saya hanya ingin jadi Terang di tengah Gelap, jawaban tidak hanya diam, harapan yang tidak hanya berharap, dan tidak menjadi garam di tengah lautan" kataku lembut sambil berjalan meninggalkan rumah nina sedangkan ibunya Nina Hanya berdiam Ini hari yang sangat melelahkan, setidaknya... aku belajar 1 hal..... COBA AKU JADI NINA, PASTI....... kujalani hidup, menjadi Terang untuk Dunia. tidak untuk menjadi seorang pengecut aku sadar ketika mengucapkan kalimat"COBA AKU JADI NINA" berarti aku tidak mensyukuri apa yang Tuhan Berikan padaku dan dengan ini, Tuhan Telah menegurku fuuh.... hari ini aku tidak masuk sekolah karena sakit kepala akibat kemarin.. LOL |




