Don't want you PDF Print E-mail
Written by hanafruit   
Senin, 27 Desember 2010 14:12
Article Index
Don't want you
Page 2
All Pages

How to make it real? I do mean to have you all the way I life. Just tell me, How to make it real?

Jalan Gatot Subroto, 30 Juni 2010, 13.44 WIB

“Berhenti! Berhenti disini!” muka Nurul merah padam, amuk amarahnya tak terbendung lagi. Dia berusaha untuk tetap tenang, tetap tenang hingga penjelasan yang dia harapkan datang mendamaikan hatinya yang kini tengah direndung badai.

“Sesuai harapan Nurul, Wira berhenti disini” mata itu menginginkan tubuh Nurul untuk dipeluk. Mata itu menunjukkan hasratnya untuk menghangatkan hati yang tengah menggigil dihadapannya.

“Nurul selalu tanya sama Wira tentang bagaimana perasaan Wira sesungguhnya terhadap Nurul, terhadap Nena. Nurul bisa terima kalau memang Wira punya perasaan istimewa terhadap Nena, pinta Nurul pun hanya satu, jujur sama Nurul tentang perasaan Wira,” Mukanya tak lagi merah, badai pun menyapa di kedua bola matanya. Dia menangis.

“Wira sayang Nena, sebagai kakak perempuan Wira, sebagai satu-satunya perempuan tempat Wira mengadu sebelum bertemu Nurul,” mata itu berharap penjelasan itu dapat meredakan badai yang tengah merendung di kedua bola mata dihadapannya.

“Wira, jujurlah pada Nurul. Apakah Wira ingin Nena menjadi milik Wira?” badai reda, badai hebat itu reda.

“Ya, Wira ingin Nena menjadi milik Wira,”

Hangatnya mentari tak mampu menghangatkan hati Nurul yang tengah menggigil. Dalam hati meminta pada mentari meminjamkan baranya untuk mencairkan tubuh beku milik Wira. Dalam hati berharap mentari membakar Nena hingga tak nampak lagi dihadapan Nurul, tak nampak lagi dihadapan Wira.

***