| KESEPIAN |
|
|
|
| Written by mai hamdati |
| Senin, 14 Maret 2011 21:17 |
|
Angin hendak pergi ke mana kau Apakah kau berharap menemukan sebuah gua untukmu sembunyi Dari kesepian Sedang pohon-pohon telah tumbang Sedang rumah-rumah telah luluh lantak dengan tanah Menyisakan kau sendiri Berlari ke sana ke mari Menyentuh semua yang bisa disentuh Tapi hanya dingin yang dapat dirasakan tubuh
Sungguh Kesendirianmu semakin menggelombang Di atas kenangan yang sudah lama tenang Dan sayang amat sayang kau selalu lupa belajar berenang dan hanya sibuk melempar batu-batu ke masa lalu yang selalu hilang entah di lembar yang ke berapa setelah kau berhasil melupa
Berdirilah di atas batu karang paling tinggi Di pesisir pantai selatan itu Hingga seekor awan jantan menabrakmu Hingga tubuh kalian hancur menyebar dalam kepingan-kepingan hujan yang membangunkan kupu-kupu dari tidur panjang untuk menemanimu ya, hanya untukmu
Tapi sayang Niat hati ingin membelai Tapi malah menampar Kupu-kupu itu terbang Disusul kau yang terus mengejar Dan apa yang harus dikata Jika niat hati ingin mengajak pulang Malah mendorong si kupu-kupu ke jurang
Dan sayang sungguh sayang Ketika kau cari di dasar jurang Kau temukan lagi kesepian Terbungkus kain kafan
|




