|
Written by Siti Rahayu Nurzakiah
|
|
Senin, 28 Maret 2011 17:53 |
|
Tapak kaki di belakangku tak selalu menancap
Inti bumi pun kalah dengan peluh ini
Kala algojo siang tak berhenti melucuti
kala daku hanyalah musafir gurun pasir
Wah, lihatlah
Air luas membentang disana
Hijau merekah di sebelahnya
Berlari ku menghampirinya
Tanpa sadar aku mencari jerami di tumpukan jarum
Fatamorgana berhasil mengejekku
Aku tak lebih dari seekor kerbau tolol
Tapak kaki itu tak muncul lagi
Terganti oleh tapak tangan dan lutuku
Kosong melompong, benar-benar kosong
Kini jejak badanku yang muncul
Rasanya seperti bermandi api
Tanganku menyentuh air, akhirnya
Namun Mahluk Agung itu datang
Penglihatanku gelap, dan tak akan terbuka lagi
|