| sajak diam |
|
|
|
| Written by dwi fajar suharjuly mafinanik |
| Selasa, 29 Maret 2011 22:52 |
|
perlahan aku ingat kita pernah diam-diam menanam mimpi pada bantal kapuk yang kusut. baunya pekat sebab aku selalu nekat melekatkan lubang hidungku erat dengannya, aku lupa. kapan aku pernah menulis sajak diam-diam dalam malam yang selalu menganyam seribu mimpi untukmu meski kadang kau hanya dapatkan satu buah mimpi pada satu malam yang runyam. ah, bahkan untuk bermimpi saja susah. siapa yang melengkapi mimpimu semalam? aku selalu lebih awal menuju bibir ranjangku sebab aku tahu malam akan lebih kejam menusuk sum-sumku di atas pukul larut. 2011 |




