Menyerahkan? PDF Print E-mail
Written by Dilla Sari   
Rabu, 13 Juli 2011 00:16
Puluhan meter
jarak yang di tempuh
Mengayuh sepeda
tua  dibawah terik matahari
Seakan ingin
melunturkan warna kulit si tua itu
Mengayuh, terus
mengayuh….
Membonceng
bongkahan kayu yang menjulang tinggi
Liku jalan dan
tanjakan menghadang
Seakan
menantang bagi siapa yang ingin melewatinya
Mengayuh, terus
mengayuh….
Desir angin
sesekali menghapus keringat yang bercucuran
Menjadi
penghilang lelah sebelum berebah
Jalan masih
panjang, tikungan belum terlewati
Tumpukan
kekuatan menipis
Sssssssssst….
Kayuhan kaki berhenti
Menginjak tanah
yang datar
Sepeda
disanggah 
Rasa lelah
sudah tak tertahankan 
memujuk hati tuk
terus bersabar
Sejenak
merenung menjalani hidup ini
Sendiri tanpa
mereka yang dikasihi
Anak dan istri
pergi bersama debu merapi
Tinggal ia
seorang diri
Sendiri di
gubuk sepi
Hanya melodi
alam yang menemani
Menyerahkah
jalannya?
Putus asa….
Pesimis……..
Tidak!
Ia kan terus
mengayuh
Hidup ini,juga
sepeda tuanya
Hinggal ajal
menjemput
Karena Ia yakin
bahwa
Allah tidak
akan membebani hamba-NYA diluar batas kemampuannya.
 
By: 
 

Add comment


Security code
Refresh