| Kau Seumpama langit |
|
|
|
| Written by sartika sari |
| Selasa, 29 November 2011 00:45 |
|
kau seumpama langit. luas menaungi kekerdilan jasadku. tenang dalam diam dan misteri. kadang ramai, namun kerap menjadi muasal keheningan.
kau seumpama langit. teduh menguntai temali siang dan malam, hingga tak kekal beban di pundak keagungan. bulu matamu adalah tirai-tirai angin, alir nafasku. tepat di dadamu, aku menganyam rindu, menjelma badai bercampur debur ombak laut hatiku.
kau seumpama langit. tempat bidadari sembunyi. menyamarkan ringkik anak-anak rembulan, sampai genderang Sang Raja siang mengarak kurcaci-kurcaci awan. biar ku ibaratkan langit denganmu, kanvas senyum dan air mata yang saban waktu menjamu nadi, agar tak pernah usai kunikmati indah tubuhmu.
“dan ketika senja datang, aku ingin menyulam kenangan yang pernah kita sembunyikan, kekasih.” Sketsa Kontan, Suara Embun
|




