Nyanyian Kampungku PDF Print E-mail
Written by Rangga Umara   
Jumat, 12 November 2010 10:20

Ole olang…

Tak kukenal siapa penggubah lagu merdu

Dari tanah Ibu kami ?

 

Namun, aku yang menangis ketika arit kakekku menjadi clurit merah di tangan orang-orang yang tak pernah kulihat wajahnya, lalu melekat di mata lain yang menganggap itu sebagai kutukan. sedang mereka tak pernah menyelam di

laut kami sekali pun, apalagi hafal lagu kami.

 

Ole olang…

lagu ini sering kunyanyikan

di awal pagi sambil rebah di bawah

pohon perdu menunggu ayah

yang belum usai membajak sawah,

atau ketika membetulkan surau tempat

kami mengaji. Surau kami sering rusak

karena tak sekokoh rumah wakil rakyat.

 

Jakarta, 30 Okt 2010

 



 

Add comment


Security code
Refresh