| Semoga kau Tak Lupa |
|
|
|
| Written by Ullyl Ch |
| Jumat, 12 November 2010 12:09 |
|
Barangkalai kau sudah lupa syair lagu yang sering kita nyanyikan dulu saat didaulat berdiri tegap di depan tiang bendera, sementara temanteman mengerjakan rumus matematika. Atau sesaat aku tergagap membaca teks Pancasila.
Kau yang selalu mengikuti caraku mencuri buah jambu dibelakang sekolah dan diteriaki maling oleh bu Rasmi kemudian kita lari terbiritbirit hingga dinding bambu kelas kita yang berlubang itu memberikan warna merah pada baju putihmu, lalu kau berkata warna ini akan tetap melekat ditubuhku.
Aku betulbetul terharu, Seperti saat ini ketika melihatmu terlelap dikursi sofa warna coklat muda saat rumusan kesejahteraan sedang dibaca. Tapi saat berapa besaran anggaran pembuatan gedung baru dengan kolam renang diperbincangkan, kau yang paling membela matimatian bahwa itu adalah penting untuk menunjang kesejahteraan. Apa kau tak ingat kekonyolan kamu dan aku di depan gedung sekolah yang tak lebih rapi dari kandang sapi itu, didalam rumah Wati yang lumpuh terkena polio, atau saat menggoda Heri yang buncit karena kurang gizi.
Rasanya ingin sekali aku meludahimu. Dan semoga saja kau tak lupa apa warna bendera kita dan berapa luas wilayah Indonesia
Kudus,300910 |




