|
Written by unik pratisi
|
|
Rabu, 01 Desember 2010 15:22 |
terlibat asa dalam jemari, terlintas tanya dalam benakku huft, penuh akan topeng di balik senyum hambar, tak berasa sama sekali tergolek layaknya patung teririspun tak ia rasa tangispun tak ia tunjukkan di antara durasi waktu nan kian penuh laju ia hanya terdiam di diamnya menatap tatapan kosong hambar, eluhnya tak tertetes senyumnya terus terlukis tak ada kah sosok yang mau mengerti keberadaannya rintih nya bukan iba bukan meminta-minta belas kasih tapi sepercik cahaya tuk dimengerti bagi sosok yang punya hati punya rasa di durasi waktu tuk hela udara di hembusan nafas
|