Mengapa Begini PDF Print E-mail
Written by Anita Khairunnisa   
Jumat, 17 Desember 2010 16:06

 

Disaat mereka berlari berkejaran dengan kilatnya

Aku hanya dapat berjalan dengan semilir angin

Kemudian mereka melambat sedikit demi sedikit

Dan aku terdiam berhenti tiba-tiba

Hingga saat kuteriakkan “TUNGGU!”

Terhentilah langkah mereka

Lalu tubuhku tersungkur bak bangunan runtuh

Terduduk diatas tanah yang selalu terinjak orang

Kulihat sosok mereka yang berdiri tegap dengan kokoh

Sementara aku disini yang terduduk dengan serpihan sisa tenaga yang melekat

Kutatap mereka yang mendekatiku, membungkuk...

Namun ragaku lalu terhenyak, hingga seluruhnya serata tanah berkerikil itu

Seketika tubuhku terasa sakit, diiringi pedihnya hati menahan pedih

Dan kusadari debu pekat itu mulai basah, setitik demi setitik

Bercampur dengan airmata yang jatuh tak terasa

Bukan karena lemah, tapi karena sudah tak bisa untuk pura-pura sanggup

Dalam relung jiwaku penuh tanya

Ada apa denganku??’...

‘Ya Allah, mengapa ini?’

Jika sudah seperti ini......tak tahu apa yang harus dilakukan

Merekapun hanya bisa melihat...menatapku yang berusaha tuk mengikutinya, namun tak kuasa

Seperti inikah rasanya...??? Tenggelam dalam pekatnya pijakan

Hanya aku.......beginilah....

 

 

Add comment


Security code
Refresh