Pelacur senja PDF Print E-mail
Written by WIWIT FEBRIANTO NUR   
Jumat, 14 Januari 2011 23:18

kini berbaring sang rembulan dalam sedihnya

tak terbuang sia-sia tetes air mata anak tercinta ..

duri-duri menemani hidup ... sayap nyamuk terngiang di telinga

di sudut biru itu ,,, bertebar dosa sesaat berlalu bagai hempasan angin

kini tlah lelah sang malam menemani kesepiannya...

hari-hari berlalu tanpa perut kenyang yang hinggap pada anak semata wayangnya

jembatan tua saksi bisu perkenalan semu ....

wajah murung tampak kala berhasil tertipu ...

hanya nafsu .... lirih suaranya memaki nafsu ....

 

Comments  

 
0 #1 mai hamdati 2011-01-24 18:31
mungkin klau tipografi y di tata lg, puisi y akn lbih mdh diphami
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh