|
Written by acenk
|
|
Sabtu, 12 Maret 2011 11:55 |
|
Hendry Ch Bangun
Bencana
Selalu kukira aku mengenalmu tapi ternyata belum
ketika kurasa kau tidur gedung runtuh mendadak surau dan sekolah terbelah ketika kau gerakkan tangan untuk sekadar menggeliat dan ribuan orang berlarian ke sawah dan bebukitan bayi menangis, ibu menjerit
aku kerap merasa bisa memahamimu tapi kukira tidak
ketika kau menguap gemuruh bergelora air tinggi bergulung-gulung lalu berayun-ayun perahu menghempas pantai dan batang kelapa menenggelamkan pasir merendam jalan-jalan tepian
kini kutahu aku harus terus membacamu tiap-tiap huruf dalam buku serta hela nafas dan gerakmu karena kami bukan apa-apa :sebatas debu dalam gurunmu
|