Yani Setiani
MENTARI MERAH
DI UFUK TIMUR
Antologi Cerpen
Desain Kafer, Doddi Ahmad Fauji
Tata Letak Isi, SituSeniArt
Cetakan Pertama, Januari 2026
QRCBN
Penerbit
Prasasti SituSeni Literatif
Jl. Peta, Gg. Sukamulya Dalam II No. 23
RT 06 RW 09, Kel. Sukaasih
Kec. Bojongloa Kaler, Kota Bandung
situseni.com
CERPEN berjudul "Mentari
Merah di Ufuk Timur" yang menjadi judul dari antologi cerpen ini, adalah sebuah
narasi personal yang sangat menyentuh, mengeksplorasi kedalaman psikis manusia
saat berhadapan dengan fragilitas hidup.
Cerpen ini
berhasil menangkap esensi "sastra katarsis", di mana penulis
tidak hanya bercerita, tetapi juga melakukan penyembuhan diri melalui
kata-kata. Kekuatan utama karya ini terletak pada:
- Kejujuran Emosional: Penulis dengan berani memotret momen-momen
paling rentan—ketakutan akan diagnosis kanker, trauma terhadap tindakan
medis, hingga duka kehilangan pasangan. Kontras antara "senyum
pura-pura" di depan anak dan "tangis dalam sujud" menciptakan
kedalaman karakter yang sangat manusiawi.
- Metafora Alam yang Kuat: Penggunaan simbol "Mentari Merah" dan
"Ufuk Timur" memberikan dualitas makna. Di satu sisi, ia
melambangkan akhir (senja kehidupan), namun di sisi lain, ia adalah simbol
harapan dan kebangkitan spiritual.
- Alur Kesadaran (Stream of Consciousness): Narasi yang berpindah dari observasi fisik (rasa
nyeri, teh herbal) ke permenungan eksistensial (kematian, malaikat maut)
membawa pembaca masuk ke dalam labirin pikiran tokoh utama secara intim.
.png)
0 Response to "MENTARI MERAH DI UFUK TIMUR - Antologi Cerpen Yani Setiani"
Posting Komentar